Sabtu, 04 Maret 2017

Catatan Magang di Tabloid BOLA Kompas Gramedia: Part 2

Personil Kelompok 15 dari Kiri (Erlingga, Elsa, Aku, Azim, dan Sigit)

Sang Pemenang
            “Dan pemenang workshop bulutangkis 2016 adalah kelompok LIMA BELAS.”
            Aku menjerit kemudian berhadap-hadapan dengan anggota kelompok 15. Seriusan? Ini beneran? Begitu tanyaku dalam hati. Namun tak perlu pikir panjang, apakah ini serius atau becanda, Mas David sudah menggundang kelompok 15 untuk ke depan. Bergabung dengan runner up yang sudah berbaris.

            Tanpa ba-bi-bu yang kebanyakan, terlebih dahulu kelompok runner up diberikan plakat berupa pigura yang segede tivi, voucer, dan marchendise. Usai runner up berfoto-foto ria, giliran kelompok 15 yang tampil ke depan. Suasana di ruangan pecah dengan tepuk tangan menyambut sang pemenang. Aku cengar-cengir menyaksikan semua itu, antara percaya dan tidak. Ini beneran nggak mimpi kan?
            Kami pun menerima semua hadiah, berfoto, dan kemudian salaman dengan semua orang yang menyambut kami. Benar-benar hari yang melelahkan, tetapi indah. Acara pun ditutup dengan foto bersama setelah itu pulang. Ke semarang.
Ketidakpastian-ketidakpastian yang Mendebarkan
            Kami kembali ke Hotel Santika Semarang. Di sana masih juga foto-foto. Sampai akhirnya perpisahan itu pun terjadi. Aku berdiskusi dengan kelompokku terlebih dahulu. Tanpa banyak perdebatan akhirnya diputuskan plakat pigura diberikan kepadaku. Kami pun pulang ke “rumah” masing-masing.
            Satu minggu. Dua minggu. Tidak ada kabar lagi mengenai kelanjutan pemenang workshop. Akhirnya, satu e-mail yang memberikan ketentuan magang di BOLA untuk pemenang workshop pun datang. Di e-mail tersebut diberikan penjelasan prosedur magang yang dibagi menjadi dua:  magang di Jakarta dan Semarang. Kelompok 15 harus menentukan mau magang di mana. Dan semua anggota harus sepakat untuk memilih satu tempat.
            Terjadi perdebatan-perdebatan panjang saat kami harus menentukan tempat magang. Dua tempat tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Akhirnya jangka waktu selama satu minggu, kami belum memberikan keputusan. Pihak BOLA memberikan tambahan waktu untuk berpikir. Kami pun mulai berdebat lagi.
            Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan. Bagiku sendiri, mau magang di Semarang atau Jakarta, nggak masalah. Aku udah nggak punya tanggung jawab kuliah. Tetapi, ego ku menginginkan untuk magang di Jakarta. Bagiku itu adalah kesempatan emas karena magang di Jakarta menjanjikan sebuah pengalaman yang tentunya, luar biasa. Tetapi, karena di sini aku sebagi ketua kelompok dan sebaik mungkin untuk netral dan tidak egois. Sebagian anggota kelompok masih berstatus sebagai mahasiswa aktif. Jika magang di Jakarta, maka paling tidak mereka harus bolos kuliah hampir satu bulan lebih tetapi pengalaman banyak. Sedangkan jika magang di Semarang, bolosnya tidak banyak tetapi pengalaman sedikit.
            Akhirnya…. 
Kelompok 15 memilih magang di Jakarta. Demi obsesi bersama.
            Ketidakpastian-ketidakpastian semakin mendebarkan ketika salah satu anggota kami Sigit, mengatakan tidak bisa ikut. Bahaya! Tidak ikut satu, tidak ikut semua. Akhirnya demi kemaslahatan kelompok aku menghubungi pihak BOLA dan mengatakan semua masalah kelompok 15. Dua minggu lamanya kami menunggu balasan BOLA, dan sampailah pada keputusan.
            Masing-masing anggota kelompok diperbolehkan untuk memilih tempat magangnya. YES! Batinku. Keputusan final akhirnya diberikan untuk setiap orang. Setelah tiga hari, akhirnya kami mengonfirmasi. Aku, sudah pasti ke Jakarta. Elsa ke Jakarta. Azim dan Erlingga di Semarang. Dan Sigit masih bersikukuh untuk tidak ikut.
            Maka persiapan demi persiapan pun dilakukan demi magang di Jakarta. Pihak BOLA mengatakan magang akan diselenggarakan awal November 2016. Waktu yang sangat tepat, pikirku. Karena aku wisuda 25 Oktober, berarti selama magang aku tidak memiliki tanggungan bolos.
            Oktober pun berlalu. November yang cerah pun datang. Hei, Jakarta! I’am coming.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar