Kalau ada yang dengar kata “Brebes”, apa yang
terlintas untuk pertama kali? Hemmmm, pasti rata-rata bakal jawab bawang merah
dan endog (telor) asin. Tapi, guys, Brebes itu engga se-mainstream dua hal itu
aja kok.
Masih banyak banget hal-hal yang bisa di-eksplor dari Brebes, misalnya kupat glabet yang enak disantap dengan sate blengong (blengong adalah perpaduan antara entog dan bebek, jadi hewan blasteran gitu) yang rasanya dijamin ajib banget. Ada juga bandeng lumpur yang banyak ditemui di sekitaran tambak menuju Pantai Randusanga. Cita rasa bandeng yang dibalut lumpur kemudian dibakar itu, nendang banget.
Masih banyak banget hal-hal yang bisa di-eksplor dari Brebes, misalnya kupat glabet yang enak disantap dengan sate blengong (blengong adalah perpaduan antara entog dan bebek, jadi hewan blasteran gitu) yang rasanya dijamin ajib banget. Ada juga bandeng lumpur yang banyak ditemui di sekitaran tambak menuju Pantai Randusanga. Cita rasa bandeng yang dibalut lumpur kemudian dibakar itu, nendang banget.
Nah, ngomong-ngomong soal makanan
khas Brebes, ada juga nih yang bisa
kalian coba. Namanya mie colotan rica-rica. Mendengar namanya saja, kayaknya
bikin penasaran. Iya, kan?
Berhubung aku nggak punya perkerjaan
sampai dengan minggu ini, dan minggu depan udah mulai menjalani rutinitas yang
padat lagi, maka hari Minggu (5/3), aku dan adikku menyempatkan makan mie
colotan.
Mie colotan rica-rica, lapaknya ada
di Desa Gandasuli. Sekitar satu kilometer dari jalan pantura atau sekitar empat
kilometeran dari Alun-Alun Brebes. Mie colotan ini, pernah sangat hits loh, pas
aku SMA. Meski kini pun, masih tetap hits juga. Hahaha. Soal selera memang
tidak bisa dibohongi.
Ngomongin mie colotan, ada yang
penasaran nggak sih, mengapa dinamakan
mie colotan? Ayo siapa yang bisa tebak? Kalau bisa menjawab dengan
benar, saya doakan dapat pahala. Atau dapat jodoh, deh. Hahaha. Kalau gitu,
mah, mending saya
jawab sendiri, biar
lekas dapat jodoh juga. Ini apaan sih?
Nggak enak dong ya, kalau langsung
to the poin. Penginnya kalian jawab sesuai dengan apa yang kalian pikir.
Misalnya gini.
Diberi nama colotan, soalnya pas
makan mienya itu berasa nyolot banget. Apanya sih yang nyolot? Rasanya dong.
Mienya bener-bener nendang-nendang di lidah. Kan nyolot banget, nih, Mie.
Hahaha. Nggak gitu juga, guys!
Ada jawaban lain nggak? Misalnya karena mie-nya mencolot-colot di
lidah pas di makan. Hahaha. Pleas, deh, guys. Ini mie, bukan ikan sepat.
Semua jawaban di atas, salah semua.
Kalian mau tahu? Yuk intip langsung dari pernyataan pelayan di mie colotan
(sorry, aku nggak sempet nanya mba-nya. Soalnya keburu ngacir).
“Mba kenapa diberi nama colotan?”
tanyaku sembari menyeruput kuah mie.
Mba yang mengantarkan minum diam
dulu. Mungkin mikir, ini orang kepo banget. Nggak tahu apa, pelanggan lagi rame. Tiap hari, lapak colotan emang
penuh sesak, guys. Apalagi di jam-jam kritis, seperti jam pulang kerja dan
sekolah. Semua kursi penuh.
“Colotan itu nama daerah ini, Mba.
Udah terkenalnya gitu.”
Oh. Jadi gitu ceritanya. Colotan
adalah nama daerah semacam dukuh di Desa Gandasuli. Nah, kalau kalian sudah
tahu dari mana kata colotan berasal, udah saatnya untuk tahu, berapa sih harga
mie yang melegenda seantero Brebes ini?
Harap tenang. Kalian nggak perlu
merogoh kocek dalam-dalam. Se-porsi mie colotan cuma di hargai Rp. 11.000 itu.
Mie sudah komplit ditaburi rica-rica ayam. Tidak hanya itu, kalian juga bakal
dapat bonus ceker. Kalau nggak suka ceker, kalian bisa milih balungan yang
sama-sama enaknya.
Se-porsi mie colotan dengan harga
yang sangat murah ini, membuat siapa yang membeli bakal merasakan makan mie
“sak kemenge, sak warege”. Soalnya, satu porsi mie colotan bener-bener banyak
banget. Pokoknya mak nyuss di lidah, perut, dan kantong deh. Oh, ya, jangan
lupa juga untuk memesan minum. Disediakan banyak jenis kok. Ada es teh, jeruk,
dan air mineral juga.
Gimana? Tertarik nyoba kalau lagi di Brebes?
Tertarik dong pastinya. Sebagai yang
sudah punya pengalaman makan di mie colotan, ada beberapa saran yang bisa aku
berikan nih.
Pastikan kalian jangan pergi
sendiran kalau makan di tempat. Soalnya…. You know what I mean, kan? Hahaha..
Selamat mencoba.


mba, bisa ngga fotonya fokus makanan? ini orangnya ikutan narsis mulu... dasar -_-
BalasHapus